Cerita Penggalangan Dana
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un
Bencana kembali menyapa saudara-saudara kita di Cisarua. Hujan deras yang turun tanpa henti mengubah wilayah yang tenang menjadi lautan kepanikan dan duka (24/01/2026)
#PejuangKebaikan, sebanyak 10 desa di 8 kecamatan terdampak bencana ini. 257 rumah rusak, dan 988 jiwa kini harus berjuang bertahan di tengah keterbatasan. Tak hanya itu, bencana ini juga merenggut korban jiwa, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

(Sumber : Pikiran Rakyat)
Air datang begitu cepat. Merendam rumah-rumah warga, menyeret perabotan, dan menyisakan lumpur serta rasa kehilangan yang tak mudah disembuhkan.
Dalam sekejap, rasa aman yang selama ini mereka miliki lenyap tak bersisa.
Di malam yang mencekam, anak-anak terbangun dengan tangis dan ketakutan. Para orang tua hanya mampu menyelamatkan apa yang ada di genggaman. Sebagian lainnya harus rela kehilangan harta benda hasil kerja bertahun-tahun.
Banyak warga terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah yang kini tak lagi layak huni. Di balik itu semua, ada keluarga korban yang ditinggalkan, mencoba kuat meski hati mereka hancur.

Bahkan ada keluarga yang saat relawan harus beristirahat, masih terus mencari anggota keluarganya dengan alat seadanya dan harapan yang nyaris habis.
📌 Kebutuhan mendesak pengungsi saat ini:
– Makanan siap saji & air bersih
– Selimut, alas tidur, dan pakaian layak
– Obat-obatan & perlengkapan P3K
– Perlengkapan kebersihan dan ibadah
– Bantuan logistik untuk keluarga korban yang ditinggalkan
Di tengah dinginnya malam dan ketidakpastian esok hari, mereka berharap ada cahaya kebaikan yang datang menguatkan.
Kami mengajak #PejuangKebaikan untuk bersama membantu para penyintas Cisarua bangkit kembali. Setiap bantuan yang dititipkan insyaAllah menjadi amal kebaikan dan penolong mereka di masa paling sulit.
Mari hadir untuk Cisarua. Sekecil apa pun bantuan kita, sangat berarti bagi mereka yang sedang berjuang memulihkan hidupnya 🤍🙏
Bersama, kita kuatkan Cisarua dengan berdonasi sekarang